PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT & PMKS RAMAH LINGKUNGAN [Teks]

6-.-0.2010

 

 

"PERKEBUNAN KELAPA SAWIT & PMKS RAMAH LINGKUNGAN

DI KALIMANTAN TIMUR"

 

Bima Palma Grup, melalui CEO nya memaparkan lakah-langkah strategis yang diambil didalam proses pembangunan perkebunan kelapa sawit  yang disampaikan dalam sela-sela acara International Oil Palm Conference (IOPC) di Yogyakarta, 1-3 Juni 2010.

 

Berikut paparan singkat yang disampaikan Bapak Johnny G Plate ,CEO Bima Palma Grup dalam kesempatan  pers conference tersebut :

 

Untuk menjawab kebutuhan vegetable oil dunia yang terus meningkat, Bima Palma Grup melakukan diversifikasi usaha ke sektor agribisnis, khususnya pembangunan perkebunan kelapa sawit di Pulau Kalimantan.

 

Dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit ini, beberapa aspek yang menjadi titik berat dalam kebijakan, yakni legalitas kepemilikan lahan, pembangunan yang ramah lingkungan, dan penerapan standard baku perkebunan secara baik dan benar. Dalam membangun perkebunan, perusahaan bermitra dengan masyarakat sekitar yang dihimpun dalam koperasi sebagai anggota petani plasma.

 

Bima Palma Grup mempunyai cadangan lahan sekitar +/- 100.000 Ha, dimana hampir 30.000 Ha sudah bersertifikat HGU, sisanya masih dalam proses dokumentasi legalitas lahan. Sebagian sertifikat kepemilikan lahan bagi petani plasma telah diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kutai Timur.

 

"Prestasi industri Kelapa Sawit kerap mendapat sorotan negatif dari berbagai kalangan karena dituding sebagai perusak lingkungan dan isu legalitas lainnya.  Namun, Bima Palma Grup telah menepis sorotan negatif tersebut dengan menerapkan pembangunan industri kelapa sawit yang berwawasan lingkungan yang dilaksanakan secara konsekuen dimulai dari pemilihan lahan, pembukaan lahan, pemilihan benih dan penanaman kecambah hingga pengelolaan produksi, ujar Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Dr. Witjaksana Darmosarkoro.

 

Areal yang dikembangkan oleh Bima Palma Grup seluruhnya berlokasi di Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK), suatu kawasan yang sesuai legalitas peruntukan lahannya bagi budi daya perkebunan, khususnya kelapa sawit. Sebelum Land Clearing, seluruh areal diverifikasi kondisi lahannya dengan foto udara skala 1:5.000 dan survey kesesuaian lahan. Kegiatan survey dilakukan oleh Tim dari Institut Pertanian Bogor. Perusahaan juga melakukan seluruh proses Analisa mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan menerapkan metode Zero Burning System atas pembukaan lahan (Land Clearing) bagi seluruh areal perijinan.

 

Pemilihan kecambah secara baik dan benar menjadi syarat utama untuk mencapai produktivitas tanaman. Salah satu kecambah yang digunakan adalah varitas unggul terbaru yang dihasilkan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Dipilih varitas terbaru pada masanya, yakni Varitas Simalungun dan Varitas Langkat. Kedua varitas tersebut mempunyai produktivitas tandan dan rendemen Crude Palm Oil (CPO) yang tinggi. Disamping itu juga digunakan varitas unggul yang diproduksi oleh PT. Bina Sawit Makmur (SJ1, SJ2, SJ3, dan SJ5). 

 

Penanaman Kelapa Sawit dimulai Akhir Tahun 2007, saat ini sudah tertanam sekitar 12.000 Ha dari areal Land Clearing seluas 14,000 Ha. Sebagian tanaman Kelapa Sawit sudah mulai berproduksi Tandan Buah Segar (TBS).

 

"Untuk pengolahan TBS dan sebagai wujud komitmen pada industri ini, Bima Palma Grup telah menunjuk PT. Boma Bisma Indra sebagai kontraktor EPC Semi Turnkey pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) kapasitas olah 30 Ton TBS/Jam ekstensi 60 Ton TBS/Jam di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur", jelas Bapak Johnny G Plate.

 

PT. Boma Bisma Indra, yang diwakili oleh Direktur Utama, Dr. Lalak Indiyono menyatakan bahwa pembangunan PMKS tersebut dimulai pada Mei 2010 dan dapat operasional pada Nopember 2011, sesuai jadwal yang disepakati.

 

Disamping PMKS Tepian Langsat, akan dibangun 2 unit PMKS di Kutai Timur yang berlokasi di Baay dan Bumi Rapak, masing-masing kapasitas 30 Ton TBS/Jam pada tahun 2012.

 

Pembangunan PMKS dan kebun akan senantiasa mempertimbangkan aspek ramah lingkungan sesuai Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), dengan demikian diharapkan tercapainya Perkebunan dan PMKS yang sustainable.

 

 

latest activity

6-.-0.2010

Panen Perdana Bima Palma Nugraha [Teks]

detail

6-.-0.2010

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Bimapalma Group [Teks]

detail

6-.-0.2010

PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT & PMKS RAMAH LINGKUNGAN [Teks]

detail

6-.-0.2010

Pers Release Pembangunan Perkebunan Berwawasan Lingkungan Bima Palma Grup [Video]

detail

6-.-0.2010

Panen Perdana Tandan Buah Segar (TBS) Bima Palma Grup [Foto]

detail

Prev Activities | Next Activities